Senin, 05 Januari 2009

My Color Blind


Hal yang tidak akan pernah aku bisa masuki adalah dunia kedokteran. Kenapa? Karena aku adalah seorang yang mempunyai keturunan buta warna. Mana boleh seorang dokter memiliki kekurangan ini? Dan lagi, aku tidak suka bau obat, tidak tahan liat jarum. Yang aku suka hanyalah hubungan sebab-akibat dari setiap langkah yang mereka lakukan.

Sel-sel kerucut mataku tidak mampu menerjmahkan warna yang benar ke otakku. Sifat ini menurut informasi adalah genetis. Mungkin ayahku pembawa gen buta warna dan ibuku juga. Hasilnya aku dan saudara laki-laki ku buta warna. Hanya saudara perempuanku yang tidak mengalaminya. Tapi kemungkinan dia menjadi pembawa gen seperti ibuku.
Buta warna sendiri dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu trikromasi, dikromasi dan monokromasi. Buta warna yang aku miliki kemungkinan besar adalah jenis trikomasi, yang artinya adalah perubahan sensitifitas warna dari satu jenis atau lebih sel kerucut. Ada tiga macam trikomasi yaitu:
-Protanomali yang merupakan kelemahan warna merah,
-Deuteromali yaitu kelemahan warna hijau,
-Tritanomali (low blue) yaitu kelemahan warna biru.
Hal ini mengingatkan aku sewaktu kuliah dulu, saat lagi senang-senangnya main game Counter Strike. Aku hanya nyaman jika bermain sebagai tim Terorist. Karena tim lawan yang Counter Terorist selalu berpakain gelap, sehingga terlihat kontras dengan latar dibelakangnya. Jika aku bermain sebagai CT, aku kesulitan melihat pemain lawan berada dimana. Jadi hanya mengandalakan arah tembakan dan kepala atau sepatu yang bergerak. Sedihnya….
Desain-desainku pun begitu. Kebanyakan suram ,atau cerah banget. Jarang bermain di nuansa pastel atau pantone. Bagi yang sudah tahu sih maklum. Bagi yang baru tahu, bisa kaget dan ketawa hehehhehehe…
Makanya, kalaupun tidak bisa menjadi dokter, setidaknya punya teman dokter, atau belajar sendiri saja hal-hal yang menarik dari dunia kedokteran hehehehe.. baca ini itu, mencoba mengerti ini itu. Setidaknya mencoba memahami cara mereka bekerja. Tapi kenyataannya, sampai sekarang aku tidak suka berinteraksi secara langsung dengan dokter. Seremmmm…..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar